Langsung ke konten utama

Buat Mereka Menyukaimu, Lalu Pelajaranmu



Ini related dengan pengalamanku sebagai seorang siswa ya. Mungkin kalian juga pernah ngerasain hal yg sama. Aku suka mata pelajaran Bahasa Inggris sejak SMP berlanjut ke SMA terus ke Universitas. Seperti kebanyakan siswa lain, Aku suka karena gurunya. Guru Bahasa Inggris ku dulu killer. killer, tapi perhatian dan ya ketika beliau menjelaskan pelajaran dikelas gampang banget nyantol. Berbanding terbalik dengan mata pelajaran itu yang jadi momok buatku sampai sekarang. Jika saja guru yang mengajar mata pelajaran itu tidak ganti sampai akhir ESMA mungkin aku akan menyukainya juga. Tapi ya EVERYTHING HAPPENED FOR A REASON._ 

PR bagi diri: Mengajar jangan hanya berorientasi mencerdaskan siswa. 

*Lha kok gitu? Bukanya itu tujuan pendidikan?* Ya itu tak Salah. 

Jika memang kepandaian tujuan utamanya. Anda akan tertekan jika ekspektasi anda tak sesuai harapan. 

Pertanyaan nya adalah Bagaimana siswa bisa Pandai kalau tertekan? Bagaimana siswa bisa pandai jika dia takut berpendapat ataupun bertanya? Bagaimana siswa bisa pandai kalau dia membenci kelas?

Jika pengalaman, pertanyaan serta pernyataan diatas masih tidak masuk akal atau masih perlu bukti lagi silahkan anda baca buku Timothy D. Walker - Teach Like Finland. Studi pengalaman langsung dari ahlinya. Seorang pendidik berkebangsaan Amerika yang pindah ke Finlandia dan mengajar disana. Seperti yang kita ketahui Finlandia merupakan negara dengan sistem pendidikan TERBAIK DIDUNIA. 

Kamu bisa membaca dan mendownload versi pdfnya secara legal Disini



Note: tulisan ini dibuat bukan berarti saya sempurna dan tahu segalanya. Justru ini sebagai pengingat diri. 

  • Pendopo, 10 Juli 2020

Komentar